Koperasi Spirit Muslim Borong Apartemen di Dekat BIJB

06-05-2019 POSTED BY Super Administrator

Masih sepinya Bandara Internasional Kertajati Majalengka tidak menyurutkan langkah Koperasi Spirit Muslim Indonesia (KSMI) untuk berinvestasi di kawasan aerocity Bandara Kertajati. Koperasi yang beranggotakan 500 orang yang berkantor pusat di Jalan Ir H Juanda 285 Bandung itu bahkan memborong 180 unit apartemen Grand Anila di kawasan tersebut.

Menurut Ketua KSMI Agus Sumarno, keberanian mereka mem-booking apartemen sebanyak itu, bukan tanpa dasar pertimbangan matang. Dikatakan dasar pertimbangan itu hanya menyasar peluang bisnis perjalanan yakni perjalanan umroh dan haji plus di Jawa Barat.

Agus mengatakan dari Jawa Barat setiap hari rata-rata paling tidak ada 650 orang jamaah umroh yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta. “Minimal 50 persen saja dari jumlah jemaah umroh itu nanti bisa lewat Bandara Kertajati, itu peluang yang sangat besar. Ini baru peluang dari satu tujuan penerbangan yakni umroh saja. Belum peluang nanti dengan berkembangnya bandara,” katanya seusai penandatangan kerja sama antara KSMI dengan Direktur Pemasaran Grand Anila Apartement Rizkita Tjahjono Widodo, yang dilakukan saat gathering Grand Anila dengan nasabah prioritas Bank Mandiri di Hotel Luxton Kota Cirebon, Sabtu, 27 April 2019 malam.

Apartemen yang sudah di-booking KSMI akan dikelola untuk dimanfaatkan menjadi tempat istirahat jamaah umroh atau haji plus, yang berangkat melalui BIJB. KSMI sudah menjajaki kerja sama dengan Saudi Arabia Airlines dan Garuda. Realisasi kerja sama itu, katanya, tinggal menunggu hasil sertifikasi penambahan landas pacu Bandara Kertajati dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter.

Upaya KSMI untuk mem-booking apartemen sebanyak itu, sebagai salah satu upaya warga Jabar untuk memacu perkembangan BIJB. Agus menegaskan, semua pihak harus ikut membantu memacu perkembangan BIJB agar bisa menjadi bandara kebanggaan warga Jawa Barat. “Kami menyadari untuk bisa cepat berkembang, BIJB memerlukan trigger, dan semua pihak harus ikut berkontribusi untuk memacu perkembangan Bandara Kertajati,” katanya.

Agus mengatakan sebenarnya pemberangkatan umroh lebih nyaman dan leluasa melalui BIJB, ketimbang Bandara Soetta. Di Bandara Soetta karena keterbatasan lahan, tempat untuk istirahat (lounge) bagi jemaah umroh sangat terbatas.

Diakuinya, selain mengincar jemaah umroh dan haji plus, sebenarnya KSMI juga mengincar peluang lainnya, yakni BIJB sebagai bandara embarkasi haji Jabar. “Selama belum ada asrama haji, apartemen yang kami beli, bisa dimanfaatkan untuk asrama haji sementara dengan kapasitas satu kloter,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Grand Anila Apartement Rizkita Tjahjono Widodo mengungkapkan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi properti khususnya di Grand Anila Apartment. Menurutnya, apartemen ini sangat tepat untuk dijadikan investasi ataupun dijadikan tempat tinggal yang dapat disewakan, karena lokasinya yang premium berada di kawasan pengembangan dengan konsep aerocity development pertama di Indonesia. “Dengan konsep aerocity development pertama di Indonesia, nantinya akan terintegrasi langsung dengan Bandara Internasional Jawa Barat,” paparnya.

Keistimewaan itu pula menurutnya, yang menjadikan Grand Anila nantinya menjadi satu-satunya apartemen, yang bakal menyediakan mesin pencetak tiket dan check in pesawat di lobby apartemen. Ground breaking Grand Anila Apartment setinggi 15 lantai, menurutnya, rencananya dilakukan pertengahan 2019, dan tower 1 akan selesai dalam waktu 2 tahun

Sumber (https://www.pikiran-rakyat.com)